Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Kafilah Da'wah (Galang Batam) dalam Gambar

Gambar
Suhaidi dan Nurul Anwar sedang di atas perahu bermesin ganda bersama Bapak Ute Rambe, Lurah Karas, tempat mereka bertugas. Kelurahan Karas terdiri atas dua pulau, ditempuh selama 30 menit perjalanan laut dari dermaga Sembulang, Batam.
Suhaidi dan Nurul Anwar sedang bersilaturahim ke rumah salah seorang warga. Rumah ini terletak di atas pantai dan terbuat dari kayu.

DO’A DAN RAMADHAN

Gambar
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (al-Baqarah: 186)

Satu hal yang menarik dari ayat di atas adalah, ayat ini berada ditengah pembahasan al-quran tentang shaum ramadhan. Tiga ayat sebelumnya dan satu ayat sesudahnya adalah ayat-ayat yang membahas tentang shaum ramadhan. Mengenai penempatan ayat seperti ini, para ulama menyimpulkan bahwa sesungguhnya do’a memiliki kaitan erat dengan shaum.

TOKOH-TOKOH LIBERALISME

Gambar
Liberalisme awalnya adalah sebuah gerakan pemikiran yang terjadi di Eropa antara abad ke-15-17. Gerakan ini bermaksud melawan hegemoni gereja dan para penguasa feodal saat itu. Karena sebelumnya ilmu pengetahuan dan sains berada di bawah kekangan dogma gereja yang dibantu para penguasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan sains harus sesuai dengan doktrin-doktrin keimanan gereja, jika bertentangan maka ilmu pengetahuan dan sains-lah yang harus “kalah”, seperti yang terjadi pada Copernicus dan Galileo. Maka selama ribuan tahun akal kalah total dan iman (Kristen) menang mutlak.
Keadaan seperti itu berlangsung ribuan tahun, sampai munculah gerakan pencerahan yang dimulai oleh seorang pemikir bernama Rene Descartes. Setelah itu, bagaikan bendungan jebol, bermunculanlah pemikir-pemikir lainnya. Tujuan mereka, walaupun dengan jalan berbeda-beda, adalah satu, mengalahkan dominasi iman atas akal.
Tetapi sejarah berulang, sofisme Yunani terulang lagi, Ahmad Tafsir menyebutnya sofisme modern. Dis…

PESANTREN SEBAGAI BENTENG UMAT

Tulisan minggu lalu telah menjelaskan bahwa, menurut DR. Mohammad Natsir, ada tiga pilar yang menjadi benteng umat di Indonesia. Ketiga pilar itu adalah masjid, pesantren dan kampus. Jika tulisan minggu lalu menjelaskan mengenai masjid sebagai pilar petama, maka tulisan kali ini akan mencoba menjelaskan pilar kedua dari benteng umat ini yaitu pesantren.

ISLAM DALAM PANDANGAN SARJANA BARAT

“Buktikan kepada saya apa yang dibawa oleh Muhammad sekarang ini, tidak ada apa-apa kecuali hanya ajaran syetan dan tidak manusiawi seperti ajarannya tentang penyebaran iman dengan pedang”

Kalimat di atas keluar dari mulut seorang Paus Benediktus XVI, pemimpin tertinggi umat Katolik. Segera saja ucapan Paus itu mendapat reaksi keras dari umat Islam di seluruh dunia, karena dianggap menghina Islam, nabi Muhammad dan syari’at (jihad). Apakah perkataan Paus itu mewakili pandangan Barat terhadap Islam secara umum ataukah hanya pendapat pribadi saja?

MENYELAMATKAN ZAKAT UMMAT

"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada rasul semoga kamu mendapatkan rahmat" (An-Nur:56)

Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, kedudukan zakat sama dengan rukun Islam yang lainnya. Hanya saja, entah kenapa, perhatian ummat terhadap zakat cenderung tidak serius. Ini dapat dilihat misalnya dari jarangnya zakat dibahas atau ditanyakan dalam pengajian-pengajian. Masalah zakat biasanya hanya ramai dibicarakan ketika menjelang Idul fithri saja, itupun hanya masalah zakat fithrah.
Pun dengan cara pengelolaannya, sangat jarang ada masjid yang memiliki Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan manajemen bagus untuk mengelola zakat. Lagi-lagi, hanya menjelang idul fithri saja biasanya dibentuk panitia penerima zakat fithrah. Kalaupun ada yang siap menerima zakat setiap waktu, belum jelas betul bagaimana zakat itu dikelola.

Ustadz Syuhada Bahri: "Tidak Mungkin Ulama Ingin MUI Bubar"

Beberapa waktu lalu ada sekelompok orang yang menginginkan MUI dibubarkan karena dinilai membahayakan dengan fatwa tentang kriteria aliran sesatnya. Bagaimana tanggapan ustadz?

Saya kira orang-orang yang ingin membubarkan MUI, tentu dengan segala kelebihan dan kekurangan MUI, itu adalah satu tindakan yang munkar. Karena walau bagaimanapun negeri ini akan terselamatkan karena ilmu dan amalnya para ulama. Agar ulama itu bisa lebih berperan dalam kiprah keummatannya dan kebangsaannya maka berhimpunlah di MUI. Itu untuk lebih melakukan optimalisasi. Jadi kalau ada sekelompok orang yang berkeinginan seperti itu, sama dengan menginginkan negeri ini hancur. Justru mestinya kita bersyukur kepada para ulama. Soal dalam MUI ada ulama yang tidak baik, jangan-jangan ulamanya itu karena sebutan orang saja, padahal sebenarnya dia tidak ulama.
Termasuk ulama yang mendukung gerakan di atas?

KONSEP PENDIDIKAN MOHAMMAD NATSIR

A. Pendahuluan

Mohammad Natsir adalah tokoh besar. Ia seorang politikus ulung, intelektual brilian, ulama kharismatis, da’i paripurna, pejuang hebat dan masih banyak sebutan-sebutan lain yang dapat disematkan padanya. Ia memang dzu wujuh, memiliki banyak wajah, dalam pengertian mempunyai beragam kemampuan dan memasuki banyak medan perjuangan. Sehingga pikiran-pikiran dan sepak terjang perjuangannya senantiasa menarik untuk dikaji.